Perbandingan Format Output OCR: TXT, PDF, PDF/A, XML, JSON
Terakhir Diperbarui: 12 Jan, 2026
Optical Character Recognition (OCR) tidak lagi hanya tentang mengubah halaman yang dipindai menjadi teks yang dapat dibaca. Di dunia yang didorong data saat ini, format output OCR yang Anda pilih dapat secara langsung memengaruhi kemampuan pencarian, kepatuhan, preservasi jangka panjang, otomatisasi, dan integrasi dengan aplikasi modern. Dari ekstraksi teks sederhana hingga data terstruktur yang dapat dibaca mesin, setiap format melayani tujuan yang berbeda.
Dalam panduan terperinci ini, kami akan membandingkan format output OCR yang paling umum digunakan—TXT, PDF, PDF/A, XML, dan JSON—untuk membantu Anda memilih yang tepat bagi alur kerja Anda, apakah Anda membangun pipeline OCR sumber terbuka, sistem dokumen perusahaan, atau platform analitik berbasis AI.
Memahami Format File OCR: HOCR vs ALTO vs PDF/A Dijelaskan
Terakhir Diperbarui: 05 Jan, 2026
Jika Anda pernah memindai dokumen dan bertanya-tanya bagaimana komputer mengubah gambar teks menjadi konten yang dapat dicari dan diedit, Anda telah menemui dunia Optical Character Recognition (OCR). Namun cerita tidak berakhir hanya dengan mengekstrak teks dari gambar. Keajaiban sebenarnya terjadi pada cara informasi tersebut disimpan dan terstruktur.
Saat Anda mendigitalisasi arsip historis, memproses faktur bisnis, atau mengonversi buku cetak menjadi perpustakaan digital, memilih format output OCR yang tepat menjadi krusial.
PDF/A-3 - Monster Hibrida? Menyematkan Data Asli di Dalam OCR Anda
Terakhir Diperbarui: 29 Dec, 2025
Dalam dunia digitalisasi dokumen, OCR (Optical Character Recognition) sering dianggap sebagai langkah akhir—memindai, mengenali teks, mengarsip, selesai. Namun kepatuhan modern, otomatisasi, dan alur kerja berbasis data menuntut lebih dari sekadar PDF yang dapat dicari. Mereka memerlukan jejak audit, struktur yang dapat dibaca mesin, dan jaminan arsip jangka panjang.
Di sinilah PDF/A-3 muncul—sering disalahpahami, kadang kontroversial, dan tak terbantahkan kuatnya. Banyak pengembang menyebutnya “monster hibrida” karena memungkinkan sesuatu yang dilarang oleh standar PDF/A sebelumnya: menyematkan file sumber asli langsung di dalam PDF arsip.